come and join us

Jumat, 16 Oktober 2015

Mengapa Pesawat Komersial Tak Menyediakan Parasut Untuk Penumpangnya?


Kecelakaan udara kembali terjadi. Sebenarnya, bisakah kita menyelamatkan diri dengan parasut?

Mengapa Pesawat Komersial Tak Menyediakan Parasut Untuk Penumpangnya?Penerjunan menggunakan parasut. (Thinkstock)
Para penerjun yang menggunakan parasut, terjun dari pesawat yang mengudara dengan kecepatan antara 80 hingga 110 mil per jam atau 128 hingga 177 kilometer per jam, dengan ketinggian maksimal 15 ribu kaki.
Di atas ketinggian itu, penerjun berisiko tinggi menderita hipoksia, atau mengalami kekurangan oksigen pada jaringan tubuh, dan harus menggunakan tabung oksigen tambahan.Lagipula, terjun dengan menggunakan parasut bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan.
Parasut memiliki berat sekitar 18 kilogram. Jika pesawat komersial memiliki 200 tempat duduk dan harus menyediakan parasut bagi setiap penumpang, maka pesawat harus menyediakan tambahan bahan bakar untuk membawa beban total parasut seberat 3,6 ton setiap kali melakukan penerbangan.
Selain itu, penerjunan hanya memungkinkan bila dilakukan pada saat pesawat melaju di udara, sementara kecelakan fatal sebagian besar terjadi saat pesawat lepas landas atau mendarat. Antara 2003 hingga 2012, hanya ada tujuh kecelakaan fatal yang terjadi saat pesawat mengudara. Ada pula yang terjadi akibat cuaca buruk. Dalam situasi seperti ini penerjunan tentu akan menjadi sangat berbahaya.
Pesawat jet terbang pada ketinggian serta kecepatan yang amat tinggi, yaitu di ketinggian 35.000 kaki dengan kecepatan hingga 600 mph atau sekitar 900 kilometer per jam. Jadi, menyelamatkan diri dengan parasut bukanlah sebuah pilihan. Malah berakibat lebih fatal.
Uniknya, perusahaan penerbangan pada awalnya menyediakan parasut bagi penumpangnya, di dalam pesawat yang berkecepatan 90 knot atau 166 kilometer per jam. Salah satu penerbangan dengan parasut sebagai alat keselamatan dilakukan di atas pesawat Boeing Model 40 yang hanya memuat dua orang. Akhirnya, pada 1920-an parasut tak lagi digunakan untuk para penumpang.
(Titania Febrianti. Sumber: Todayifoundout.com, USPA.org,natgeo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar